Thursday, January 11, 2018

Inilah Tiga Perang Besar yang Pernah Terjadi di Indonesia

Sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan terjadinya perang yang berkecamuk di berbagai daerah, hal ini disebabkan oleh keinginan rakyat yang ingin bebas dari penjajahan yang berlangsung sangat lama dan meninggalkan berbagai luka baik fisik maupun batin. Berikut ini merupakan tiga perang besar yang pernah terjadi di Indonesia:

1. Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung (1628 dan 1629)

Penyerbuan Batavia (Pidipedia.com)

Latar belakang terjadinya perang ini ditandai dengan penolakan atas pendirian loji-loji perdangan VOC di Pantai Utara Jawa oleh Sultan Agung, dan pada akhirnya VOC mengganti sasaranya ke kota Jayakarta (Batavia). Sultan Agung yang saat itu hendak melakukan ekspansi wilayah ke Banten terhalang oleh VOC yang ada di Batavia. Sultan agungpun mengirimkan duta untuk bernegosiasi dengan pihak VOC, namun VOC menolak keinginan Sultan Agung tersebut. Perangpun menjadi jalan terakhir yang diambil oleh Sultan Agung.

Penyerbuan ini dibagi dibagi menjadi dua serangan. Serangan pertama dilakukan pada 27 Agustus, sejumlah 1000 prajurit mataram menyerang benteng kecil "Hollandia", namun serangan ini gagal karena datangnya pasukan bantuan Belanda dari Banten dan Pulau Ontrust. Pasukan kedua yang dipimpin Pangeran Mandurareja dengan jumlah pasukan 10.000 prajurit juga gagal untuk menakhlukkan Batavia karena kekurangan cadangan makanan. Sultan Agung pun mengambil langkah mengejutkan dengan memenggal pasukan yang tersisa.

Pada serangan kedua, tepatnya pada bulan Mei dan Juni 1929, Sultan Agung mengerahkan 14.000 pasukan yang dipimpin oleh Adipati Ukur dan Adipati Juminah. Dalam serangan kedua ini, Sultan Agung telah menyiapkan lumbung-lumbung makanan sebagai reaksi kegagalan yang pertama, namun nahasnya pasukan VOC telah mengetahui siasat Sultan Agung. Lumbung makanan yang telah dipersiapkan Sultan Agung dibakar, pasukan Mataram kekurangan makanan serta terkena wabah penyakit. Walaupun tertimpa kekalahan yang kedua kalinya, rupanya Pasukan Mataram telah membenduung dan mengotori Sungai Ciliwung yang mengakibatkan wabah penyakit kolera di Batavia.

2. Perang Jawa (1741–1743)
Suasana ketengangan Perang Jawa
Suasana ketengangan Perang Jawa (media.nationalgeographic.com)

Perang Jawa merupakan perang gabungan antara tentara Tionghoa dengan tantara Jawa melawan tantara Belanda. Perang ini berawal ketika pasukan belanda meembunuh setidaknya 10.000 etnis Tionghoa di Batavia. Sebagian etnis Tionghoa yang selamat pun melarikan diri ke Semarang dan kemudian membentuk persekutuan dengan rakyat Jawa. Perang mulai berkecamuk di pulau Jawa, BElanda mengerahkan pasukan lengkap sementara pasukan Jawad an Tionghoa hanya menggunakan perlengkapan yang seadanya dan dengan jumlah pasukan sekitar 23.000.


3. Perang Diponegoro (1825-1830)
Penangkapan Pangeran Diponegoro
Penangkapan Pangeran Diponegoro (ari3f.files.wordpress.com)


Perang diponegoro atau biasa dibesut Perang Jawa merupakan salah satu perang terbesar yang pernah terjadi di tanah nusantara. Perang ini dikategorikan sebagai perang besar karena banyaknya korban dalam perang ini, diperkirakan sekiran 200.000 penduduk Jawa tewas sedangkan pihak Belanda kehilangan 8000 tentara dan 7000 serdadu Pribumi. Perang yang berlangsung selama lima tahun ini diawali dengan pemasangan patok uuntuk perbaikan jalan diatas makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Pangeran diponegoro yang merasa tidak terima mengganti patok tersebut dengan tombak sebagai isyarat perang. Karena disaat yang sama Belanda juga menghadapi perang Paderi, Belanda memutuskan untuk mengakhiri perjuangan Pangeran Diponegoro dengan menangkapanya saat akan menemui Jenderal Van De Kock.

Sumber:

sejarahbudayanusantara.weebly.com/perang-diponegoro.html

www.boombastis.com/perang-besar-indonesia/63360


pidipedia.com/6-perang-besar-yang-pernah-terjadi-di-indonesia.html/1-perang-jawa-1741-1743
Disqus Comments